Memahami Struktur dan Element pada Bahasa Pemrograman
Pendahuluan
Sejak dulu hingga sekarang, tentu kita mengetahui bahwa di dunia komputer terdapat beraneka
ragam bahasa pemrograman. Karena begitu banyaknya jenis-jenis bahasa pemrograman, bahasabahasa
tersebut juga dikelompokan berdasarkan kriteria tertentu. Ada yang mengelompokkannya
menjadi 3 level bahasa yaitu: high level (Seperti Pascal dan Basic), middle level (Seperti Bahasa C),
dan low level (Seperti Bahasa Assembly). Ada juga yang mengelompokkannya menjadi
procedural/functional programming, object oriented programming, dan sebagainya.
Namun pada dasarnya, bahasa-bahasa pemrograman tersebut memiliki bagian-bagian yang serupa.
Yang membedakan hanyalah tata bahasa yang digunakan. Seperti halnya belajar bahasa Indonesia,
bahasa Jawa, ataupun bahasa asing. Masing-masingnya memiliki bagian-bagian yang sama, yang
membedakan hanyalah istilah/simbol yang digunakan dan dialek bahasa tersebut.
Di dalam artikel ini, akan dibahas mengenai bagian-bagian bahasa pemrograman procedural dengan
contoh kasus bahasa Pascal dan C. Bahasa pemrograman procedural merupakan bahasa
pemrograman yang melibatkan fungsi-fungsi atau prosedur-prosedur sebagai sub program untuk
membentuk solusi dari suatu permasalahan. Berbeda halnya dengan bahasa pemrograman yang
berorientasi obyek, yang menggunakan pendekatan obyek dalam menyelesaikan suatu persoalan.
Sebelum masuk lebih dalam mengenai struktur dalam pemrograman procedural, kita akan membahas
mengenai langkah-langkah sistematis dalam pembuatan suatu program, sebagai berikut:
1. Mendefinisikan permasalahan
2. Membuat rumusan untuk pemecahan masalah
3. Implementasi
4. Menguji coba dan membuat dokumentasi
Struktur Bahasa Program Procedural
Secara umum, bahasa pemrograman yang berbasiskan prosedur terdiri dari blok/sub program. yang
memiliki dua bagian utama yaitu:
1. Bagian deklarasi
2. Bagian Statement
1. Bagian Deklarasi
Bagian deklarasi merupakan bagian program untuk mendefinisikan tipe data suatu variable,
konstanta, serta fungsi dan prosedur yang akan digunakan pada program. Selain itu, bagian deklarasi
dapat juga digunakan untuk memberi nilai awal suatu variable. Dengan kata lain, deklarasi
digunakan untuk memperkenalkan suatu nama kepada Compiler program. Berikut contoh deklarasi:
a. Deklarasi Variable:
Penjelasan:
Untuk mendeklarasikan variable pada Pascal, digunakan reserved word var, kemudian
diikuti dengan nama variable (identifier) yang ingin digunakan, dan kemudian tipe data dari
variable tersebut. Sedangkan pada C, deklarasi diawali dengan tipe data variable baru diikuti
dengan nama variable (identifier).
Suatu identifier harus diawali oleh karakter bukan angka, tetapi tidak boleh mengandung
karakter khusus seperti * , - + / \ = < > . ? & dan sebagainya. Pada bahasa Pascal, identifier
tidak bersifat case sensitive, maksudnya, huruf besar ataupun huruf kecil dianggap sama.
Sebaliknya pada Bahasa C, identifier bersifat case sensitive, sehingga variable s dan S akan
dianggap dua identifier yang berbeda.
b. Deklarasi Konstanta pada Pascal maupun C:
const phi = 3.14;
Penjelasan:
Konstanta yaitu nilai yang tetap. Jadi jika mengacu pada contoh di atas, maka nilai phi tidak
dapat diubah-ubah dan akan selalu 3.14
c. Deklarasi Tipe Data Pascal (kiri) dan C (kanan):
Penjelasan:
Tipe Data dapat dikelompokkan menjadi:
1. Tipe Data sederhana
Tipe data sederhana merupakan tipe data yang paling kecil, yang hanya melibatkan satu
item data, misalnya tipe data integer, string, real, Boolean, dan sebagainya. Kita dapat
juga mendefinisikan sendiri tipe data ini. Tipe data yang didefinisikan sendiri tersebut
diistilahkan enumerated data type (pada contoh adalah type hari).
2. Tipe Data terstruktur
Komentar
Posting Komentar
Silahkan masukkan komentar untuk pengembangan web site kami